![]() |
| lesung pipitnya itu lho..hehe |
Tak pernah terpikirkan sebelumnya harus hidup diperantauan disaat konflik sedang berkecamuk di daerah tersebut. Namun dengan mantap ( dan terpaksa heheh..) saya dan keluarga menjalaninya dengan sabar. Apalagi temen2 disana welcome dan baek-baek. Pokoke semua Indah… kami tinggal di komplek di belakang kantor. Depan rumah kami berhadapan dengan bukit sementara kantor menghadap ke laut..so tempat kami berada di ngarai…antara bukit dan laut. Semua so beautiful…. Luar biasa…. Tapi sayangnya waktu itu belum eranya digital….jadi foto2 kami yang manual dah berserak entah kemana hingga kami gak punya arsipnya lagi. HP? Apalagi….waktu itu HP termasuk barang mewah dan langka untuk telpon keluarga di Jawa kami harus antri di Telkom dengan temen di Marinir yang juga lagi tugas di Tapaktuan.
Ada kejadian lucu….saat ada latihan menembak yang dilakukan oleh marinir, kebetulan lapangan ada di seberang komplek kami…. Waktu itu istri ketakutan banget padahal lagi hamil anak yang ke-2…. Setelah dikasih tahu tetangga barulah kamu ngerti…
Banyak hal-hal yang luar biasa kami rasakan di Tapaktuan. Kami mulai bisa menikmati kehidupan kota meski dalam kondisi was-was disaat darurat militer. Hmm…nggak kebayang kami hidup bak tahanan kota. Tapi semua kami nikmati…. Oh ya kami menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) lain dari yang lain. KTP kami adalah KTP Merah Putih yang berlaku selama masa darurat militer. Heheh…sampe sekarang KTP tu masih saya simpan…. ( fotonya ada tuh......)
Menjelang usia kehamilan 8 bulan isteri saya pulangkan. Biarlah dia melahirkan di kampung, karena disini tidak ada dokter kandungan dan bedah…pokoknya dokter spesialis nggak ada… melihat riwayat kelahiran anak kami yang pertama melalu cesar maka untuk mengantisipasi segala kemungkinan maka kami memutuskan untuk melahirkan di Karanganyar.
Bulan Oktober 2001 kami pulang ke Jawa dengan membawa semua baju2 isteri dan Salma… karena kami dah membuat keputusan pasca kelahiran biarlah isteri dan anak2 di Jawa sementara saya di Tapaktuan sendiri. Walau terasa berat namun kami sudah mempertimbangkan masak-masak.
Setelah sampai di Jawa hari yang diperkirakan isteri melahirkan juga belum menunjukkan tanda2 mau melahirkan. Kami menunggu hingga mau memasuki bulan ke -10, akhirnya dengan pertimbangan medis isteri dioperasi pada hari Selasa tanggal 8 Januari 2002 ( tanggalnya bertepatan dengan ultah SMA saya hehehe…mudah ngingatnya) kurang lebih jam 11.00 wib anak saya yang ke-2 lahir dengan berat badan kurang lebih 4 kg…wow…bayinya gede banget. Lebih gede dari kakaknya. Alhamdulillah sehat semua walau isteri harus di tambah darahnya 4 kantong (2 sebelum dan 2 sesudah). Tapi ibu dan bayinya sehat. Bayi mungil itu kami beri nama YASMIN MUNA, cantik bak bunga jasmine dan membawa harapan…. Mudah2n kelak menjadi wanita yang cantik lahir batin, budi bahasa dan perangainya dan membawa harapan yang baik bagi keluarga, agama dan ummat…amin.
Kini Yasmin telah duduk di kelas-3 SDIT Insan Kamil, satu sekolah ama mbaknya. Prestasi akademiknya cukup bagus… selalu diatas rata2 kelas dan selalu bersaing ama Zaky (temen sekelasnya) untuk menduduki rangking 1 pararel semua kelas i. Terakhir kemaren terpilih sebagai Murid Teladan SDIT Insan Kamil karena prestasinya selama 1 tahun yang bagus. Alhamdulillah…. Walau prestasi bukan segalanya dan kami juga tidak pernah memaksakan anak untuk menjadi juara 1 namun prestasi tersebut sebuah anugerah yang luar bisa yang kami terima. Hal ini memacu dia untuk lebih giat belajar dimasa-masa yang akan datang.
Yasmin kini dah 8 tahun…sekolahnya diawali di TK Nurul Islam Liwa Kab. Lampung Barat. O ya…. Setalah pindah dari Aceh ke Liwa semua keluarga saya bawa lagi…. Mereka sekolah di sana. Salma dan Yasmin memulai TK di sana…. Tahun 2007 kami harus pindah ke Metro dan mereka pun ikut pindah. Tak lama di sana saat isteri mau melahirkan anak yang ke-3 semua saya boyong kembali ke kampung di Karanganyar karena isteri mau melahirkan di Karanganyar. Anak-anakpun akhirnya pindah sekolah sampai kini.
Alhamdulillah semua baek2 saja sampai detik ini. Karunia yang begitu besar yang kesekian kali kami terima dari Allah. Dalam kondisi yang berjauhan kami tetap bisa berkomunikasi dan saat ada waktu untuk bersama-sama kami memanfaatkan kebersamaan itu sebaik-baiknya. Hingga semua terasa begitu indah…. Indah untuk dilalui dan indah untuk dikenang. Mudah-mudahan akan senantiasa ada hari2 yang indah bagi kami untuk terus bisa membangun energy bagi keberlangsungan cinta kasih kami dalam menyongsong hari esok yang lebih baik dengan beribadah dan bekerja yang lebih baik tentunya. Amin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar