Naila Hasna, nama gadis kecilku yang paling bungsu. Dialah satu-satunya anak saya yang tidak saya tunggui proses kelahirannya karena dia lahir lebih awal dari perkiran dokter. Kalo kakak-kakaknya lahir di rumah sakit dan dokter yang sama tapi kalo Naila ini lahir di rumah sakit yang berbeda dan dokter yang menangani proses kelahirannya juga beda tapi semua melalu cesar.
Lahir pada hari Sabtu tanggal 15 Desember 2007 di Rumah Sakit PKU Karanganyar. Kelahirannya juga maju lebih awal dari perkiraan dokter karena pada hari itu janin dalam kandungan isteri tidak baergerak ato tidak menunjukkan aktivitas padahal kami sudah memprogram agar kelahirannya jatuh pada hari Raya Idhul Adha. Alhamdulillah semua bisa diatasi dan diapun lahir dengan selamat dan sehat semua.
Dialah satu-satunya yang tidak saya dampingi dalam sehariannya karena saya bekerja di Metro. So pasti saya tidak bisa melihat ataupun mengawasi proses tumbuh kembangnya. Alhamdulillah... Allah SWT kembali memberikan karunia-Nya kepada kami. Walaupun kami jarang bertemu namun Naila begitu dekat dengan saya. Setiap kali saya pulang dia selalu lengket dengan saya…. Jangan sekali-kali ngajak dia pergi kalo kita belum siap2…wow so pasti dia akan ngejar terus… bahkan seringkali dia mo diajak pergi sementara saya mau mandi dulu dia nungguin di depan kamar mandi sambil teriak-terik…hehehe…
Semua begitu indah…. Saat ini dia menginjak usia 2 tahun lebih 9 bulan. Segala tingkah laku dan gerak-geriknya makin lucu aja. Menggemaskan….. gitu kira-kira. Berat rasanya kalo pas saya harus balik ke Metro lagi…. Saat pamitan dia nanya “Bapak pulangnya jam berapa?” hehe belum lagi berangkat dah ditanya kapan pulang. Kadang ditelpon dia nyanyi…”bapak nggak pulang beibe…” Rasanya mo nangis aja….. bahkan pernah suatu ketika dia main ama keponakan terus ditanya ,” Bapak mana Dik?”, dia jawab..”Aku gak punya bapak”… duh gimana rasanya perasaan ini…walau dia hanya bercanda tapi saya merasa bersalah tidak bisa menemani dia setiap waktu.
Untuk mengobati kebersamaan yang hilang biasanya saya ama isteri membuat planning untuk mengajak jalan2 bersama mereka sat saya pulang ke kampung. Suatu ketika pernah kami mengajak mereka jalan2 ke persawahan dan di lain waktu kami ngajak dia di toko buku…. ya karena Salma dan Yasmin hobby baca buku… koleksi buku bacaannya dah lumayan banyak sampai disewakan ke temen2nya. Hasil dari sewa dia belikan buku lagi…lumayan. Biasanya habis beli buku kami makan-makan…. Yang penting mereka bisa senang walau kebersamaan ini terasa singkat.
Namun kami meyakini ketika kebersamaan kita ciptakan sedemikian rupa hingga kualitas interaksi setiap anggota keluarga kuat maka akan melahirkan ikatan yang kuat pula. Kenangan itu akan menjadi keinginan untuk selalu mengulang kebersamaan yang pernah diciptakan.
Subhanallah….. apapun yang kami jalani dan lalui terasa seperti mimpi…. Awalnya berat harus hidup terpisah namun Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kami untuk menjalaninya sekuat tenaga yang kami mampu. Alhamdulillah kami bisa melewatinya. Kesabaran adalah kunci utamanya…. Kejujuran dan saling percaya menjadi bingkai dalam kami menjalani cinta jarak jauh. Semoga kami selalu diberikan kekuatan untuk mensyukuri nikmat ini…dari menit ke menit…dari jam ke jam….dan dari waktu ke waktu….semoga…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar