ASSALAMUALAIKUM. SELAMAT DATANG DI BILIKKAMI.

Rabu, 12 Agustus 2026

Tiga Saudari, Satu Jejak Pendidikan, dan Doa yang Allah Wujudkan

 


Ada cerita yang indah ketika perjalanan hidup mempertemukan tiga anak perempuan dalam satu ikatan persaudaraan yang sudah dimulai sejak kecil.

Mereka pernah duduk di bangku TK yang sama. Bermain bersama, belajar bersama, dan mungkin saat itu belum pernah terbayangkan bahwa perjalanan mereka akan membawa mereka begitu jauh—hingga akhirnya kembali dipertemukan di tempat yang sama.

Memasuki jenjang SMP, jalan mereka mulai berbeda. Begitu pula ketika SMA. Mereka menempuh sekolah yang berbeda, tetapi ada satu hal yang tetap menyatukan: mereka sama-sama berada dalam keluarga besar JSIT. Meskipun sekolahnya berbeda, nilai, lingkungan, dan semangat untuk terus belajar tetap menjadi benang merah dalam perjalanan mereka.

Lalu tibalah saat yang menjadi salah satu persimpangan penting dalam hidup: memilih perguruan tinggi.

Jika sejak sekolah mereka menempuh pendidikan di sekolah swasta, mereka bertiga memiliki tekad yang sama ketika memasuki dunia kuliah:

"Kalau kuliah, kami ingin masuk perguruan tinggi negeri. Bukan sekadar kuliah, tetapi di fakultas dan jurusan yang benar-benar kami inginkan."

Dan ternyata, doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh tidak pernah sia-sia.


Allah mempertemukan mereka kembali di tempat yang sama—Universitas Sebelas Maret (UNS).

Yang sulung memilih Farmasi.
Yang tengah memilih Ilmu Komunikasi.
Dan kini, si bungsu mengikuti jejak kakaknya dengan memilih Farmasi.

Tiga anak, tiga perjalanan, tiga pilihan yang berbeda, tetapi akhirnya berada di kampus yang sama.

Yang sulung telah lebih dahulu menyelesaikan perjuangannya. Setelah melewati masa kuliah dan berbagai proses yang tidak selalu mudah, kini ia sudah bekerja dan mengawali babak baru dalam kehidupannya.

Yang kedua pun demikian. Perjalanannya di Ilmu Komunikasi telah mengantarkannya menuju dunia kerja. Satu per satu mimpi yang dahulu hanya menjadi cita-cita saat masih duduk di bangku sekolah, mulai berubah menjadi kenyataan.

Kini tinggal si bungsu.

Ia baru saja membuka lembaran baru sebagai mahasiswa. Memulai perjalanan yang dahulu pernah ditempuh oleh kedua kakaknya. Kampusnya sama, almamaternya sama, tetapi tentu cerita dan perjuangannya nanti akan menjadi miliknya sendiri.

Melihat mereka hari ini, rasanya seperti melihat sebuah perjalanan panjang yang dirajut Allah dengan cara yang begitu indah.

Dari TK yang sama, kemudian berjalan di SMP dan SMA yang berbeda, tetap berada dalam lingkungan JSIT, lalu dipertemukan kembali di UNS ketika kuliah.

Dan yang paling indah, ternyata cita-cita mereka sejak sekolah bukan sekadar angan-angan.

Mereka pernah berdoa. Mereka pernah berusaha. Mereka pernah berharap. Dan Allah mengabulkannya satu per satu.

Hari ini, dua di antara mereka sudah berdiri di dunia kerja. Sementara si bungsu baru saja melangkahkan kaki memasuki dunia perkuliahan.

Semoga perjalanan si bungsu dimudahkan sebagaimana Allah telah memudahkan langkah kedua kakaknya. Semoga Farmasi UNS menjadi jalan menuju ilmu yang bermanfaat, masa depan yang baik, dan keberkahan hidup.

Karena pada akhirnya, kisah mereka bukan hanya tentang tiga anak yang pernah sekolah bersama.

Ini adalah kisah tentang persaudaraan yang bertahan melewati waktu, mimpi yang diperjuangkan, dan doa-doa yang perlahan Allah jawab.

Dulu mereka hanya tiga anak kecil yang belajar dan bermain bersama.

Kini mereka tumbuh menjadi tiga perempuan dengan jalan hidup masing-masing.

Dan mungkin, bertahun-tahun dari sekarang, ketika mereka kembali melihat foto-foto ini, mereka akan tersenyum dan berkata:

"Ternyata perjalanan kita sudah sejauh ini… dan Allah selalu punya cara terbaik untuk mempertemukan kembali."

Semoga persaudaraan ini tetap terjaga, bukan hanya sampai lulus kuliah, bukan hanya sampai mendapatkan pekerjaan, tetapi sampai mereka sama-sama menua dan masih bisa berkata:

"Dari kecil kita sudah bersama. Sampai sekarang pun, kita masih saling mendoakan." 🤍

MasyaAllah, tabarakallah.
Tiga perjalanan, satu almamater, dan begitu banyak doa yang Allah kabulkan.
Semoga langkah berikutnya selalu dipenuhi keberkahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar