ASSALAMUALAIKUM. SELAMAT DATANG DI BILIKKAMI.

Rabu, 27 Februari 2013

Belajar dari Alam

Perlu bagi kita sebagai orang tua untuk membiasakan anak-anak kita untuk mengenal alam dan lingkungan disekitarnya. Sebagai misal mengenalkan pada mereka bagaimana proses menanam padi hingga menjadi beras kemudian ditanak hingga menjadi nasi yang dimakan. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi mereka sehingga mereka tahu betapa bersusah payahnya para petani bekerja untuk bisa membantu orang lain  memenuhi kebutuhan hidupnya dari hasil kerja keras mereka, juga belajar untuk menghargai karya dan kerja orang lain. Membangun kesadaran bahwa kita tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Pada akhirnya mereka akan sadar bahwa hidup diantara orang-orang yang beragam haruslah saling menghargai dan berempati kepada mereka. Karena sesungguhnya kita manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Saling menghormati, saling mengasihi dan juga saling membantu adalah nilai-nilai kebaikan universal yang harus kita tanamkan pada anak-anak kita sejak dini. Mudah-mudahan kelak ketika saatnya tiba mereka menggantikan kita membangun masyarakat, bangsa dan negara ini tidak lagi ditemukan kebencian, kedengkian, hasat dan hasut... Doa kita akan senantiasa menjadi penguat mereka dalam memantaplah langkah-langkah mereka mengarungi kehidupan ini. Semoga kebaikan sajalah yang mereka temukan dan keberkahan yang senantiasa mereka dapatkan. Aamiin Allahumma aamiin....

Minggu, 24 Februari 2013

Mereka Memanggilku....PAKLEK

Mereka Memanggilku...PAKLEK
Sebenarnya aku terlahir bukan sebagai anak bungsu, namun pernikahan dengan istriku Diajeng Siti Marfuah yang notabene anak bungsu menjadikan aku anak terkecil dalam keluarga. Dan ini melahirkan konsekuensi diriku menjadi paklek bagi keponakan-keponakanku yang jumlahnya cukup banyak...hehehe...jadilah akrab dengan panggilan....PAKLEK.... sepertinya sebutan yang sepele namun mengandung sebuah makna penghormatan dari keponakan-keponakanku yang beragam sifat, tabiat dan perilakunya...... Hey guys paklek Love u full...hehe

Jumat, 22 Februari 2013

Biarkan Mereka Mengeksplorasi Dirinya.....

Apa cita-citamu nanti kalo udah besar? pertanyaan seperti itu sering kali kita lontarkan pada anak-anak kita. Entah itu hanya sekedar bertanya basa-basi ataupun kita ingin menyelidiki apa yang menjadi harapan dan keinginan anak-anak kelak ketika mereka telah dewasa? Mungkin anak-anak bisa saja berubah cita-citanya dari waktu ke waktu saat kita tanyakan, namun ada juga anak-anak yang konsisten dengan jawaban mereka saat kita tanyakan pertanyaan yang sama. Sebagai orang tua tentu kita menginginkan yang terbaik bagi anak-anak kita...  ketika anak-anak kita sudah mulai menentukan pilihan atas cita-cita dan harapan mereka maka yang terbaik bagi kita adalah mengarahkan...menyemangati...memotivasi dan tentunya mendoakan demi keberhasil mereka. Memaksakan anak pada pilihan kita yang sebenarnya tidak diminati anak bisa jadi membuat anak tidak bersemangat dan tidak enjoy menjalaninya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk sebanyak-banyaknya mengeksplorasi potensinya....kalo perlu sediakan sarana dan prasarana yang bisa menunjang pengembangan potensi mereka...... dan tentunya bekali dengan nilai-nilai agama.... terus disupport...semoga anak-anak kita bisa menjadi seperti yang mereka inginkan...seperti yang kita harapkan....dan berguna bagi orang lain.....

Maksimalkan Kesempatan Saat Bersama Mereka..

Adalah saat yang membahagiakan ketika kita bisa mengikuti perkembangan buah hati kita..... mengikuti perkembangan dari fase ke fase...  dari mulai lahir... belajar tengkurap.... merangkak...hingga berjalan dan bisa bermain sendiri. Betapa perjalanan itu begitu berharga.... sehingga kita benar-benar tahu seperti apa sih kemajuan yang dialami oleh buah hati kita.  Namun terkadang tidak semua orang bisa mengikuti perubahan dari fase ke fase itu.  Ya...mungkin saya adalah salah satu dari sekian orang yang tidak bisa melihat setiap hari perubahan-perubahan yang dialami oleh anak-anak saya.  saya tidak bisa setiap saat menemani mereka bermain. Bahkan hingga memasuki usia sekolah pun saya tidak bisa setiap hari mengantar dan menjemput sekolah mereka  bahkan menemani mereka saat ada acara outbond ataupun family gathering dll. namun saya yakin masih ada jalan untuk bisa mendekatkan saya dengan buah hati saya. Membangun ikatan dengan meningkatkan kualitas komunikasi dan pertemuan yang singkat bisa jadi salah satu cara untuk tetap bisa membangun kedekatan hati dan emosional dengan mereka. Yang terpenting adalah menjadikan setiap kesempatan baik komunikasi dan pertemuan yang singkat itu menjadi moment yang luar biasa bersama mereka. Jadikan setiap waktu bersama mereka menjadi pertemuan yang luar biasa. Jadi jangan pernah menyia-nyiakan saat bersama mereka.... karena mereka  adalah ANUGERAH TERINDAH

Kamis, 14 Februari 2013

Aamiin Allahumma Aamiin



Allaahummaj 'al auladana qulluhum solihan wa ta'tan wa ummuhum thowiilan war zukhum wasian wa ukuluhum zakian wa qulluhum nuran wa ulumuhum kasiiron nafi'an  wa 'asaduhum sihatan wa 'afiatan Birahmatika Yaa Arhamar Roohimiin

Ya Allah, jadikanlah anak-anakku orang yang sholeh dan taat beribadah, panjangkanlah umurnya luaskan/lapangkan rezekinya, cerdaskan akalnya dan terangilah kalbunya, karuniakan/berikanlah ilmu yang banyak dan bermanfaat, sehatkanlah jasmaninya, dengan rahmat-MU yang pengasih lagi penyayang

Gapai mimpimu...Raih citamu...


Salma dan Yasmin

Anak-anak adalah aset masa depan. Menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk mengantarkan mereka menggapai semua harapan dan impian mereka. Biarkan anak untuk membuat pilihan untuk masa depannya. Tapi kita sebagai orang tua wajib untuk mengarahkan mereka agar mereka tidak salah jalan. Jalan di depan penuh onak dan duri, banyak tantangan, rintangan dan hambatan. Sudah seharusnya mereka memiliki perisai untuk menghindari segala sesuatu yang menghambatnya dalam meraih semua harapan dan impiannya. Mereka harus kuat lahir dan batin untuk bisa menembus kerasnya persaingan dalam hidup ini. Dan sebagai orang tua kita harus mensupportnya...dan tentunya doa-doa kita yang senantiasa kita panjatnkan tiada hentinya untuk kesuksesan mereka.
Saya jadi ingat dengan catatan kecil di blog anak saya (www.mbakyasmin.blogspot.com)  Hentakan kakiku laksana hentakan macan yang mencari mangsa. Tatapanku bak elang yang melintasi cakrawala. dan harapanku setinggi langit yang tak pernah kelabu.
Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan bagi kalian dalam menjalani hari-harimu dalam meraih mimpi-mimpimu.... Doa kami senantiasa menyertaimu...
tak perlu tunggu hebat
untuk brani memulai apa yang kau impikan

hanya perlu memulai
untuk menjadi hebat raih yang kau impikan

seperti singa yang menerjang semua rintangan
tanpa rasa takut

yakini bahwa kamu kamu kamu kamu terhebat:)

 
 
WE ALWAYS PROUD OF YOU

Rabu, 13 Februari 2013

Aku dan Kamu....untuk selamanya

Bersama selamanya
Saat Pernikahan keponakan kami
Agrowisata Sondokoro
Lembah Hijau Multifarm Karanganyar
Pantai Depok
    
Mataram Indah

Kangen Mbak Salma

     Memiliki anak perempuan...apalagi sulung, cepat menjadi tua.... demikian kata orang tua dahulu. Apa betul? mungkin kala itu memiliki anak perempuan cepet mantu kali ya.... jadi terasa cepat menjadi tua hehe. Namun terlepas dari kata orang-orang tua saya merasakan juga betapa saya sudah menjadi  tua lantaran anak-anak (khususnya si sulung) terlihat cepat menjadi dewasa.  Apalagi ketika dia sudah mulai jauh dari orang tuanya, memulai kehidupan barunya yang menuntut dia untuk mandiri, bisa mengurusi diri sendiri dan mengatasi segala masalah yang dia hadapi dalam kondisi jauh dari orang tua.
      Baru saja istri sms, katanya kangen ama Salma (anak saya yang gede). Sehari di rumah kemarin pas libur rasanya belum cukup menghapuskan rasa rindunya selama ini. Kata istri saya tiap pulang rasanya Salma semakin dewasa. Ada pekerjaan diberesin, di pasar belanjaan ibunya dibawain tanpa di minta. Anaknya 'nrimo' banget, ndak gengsi, hpnya jelek nggak malu padahal temen-temennya hpnya bagus-bagus. Bikin tambah kangen aja kata istri saya.
    Saya jadi inget saat jemput dia di Jogja. Beberapa Waktu yang lalu si sulung telepon ibunya minta dijemput hari Sabtu sepulang sekolah. Biasanya sih pulang sendiri Jogja-Solo naek Pramek, namun Sabtu itu katanya dia ada acara di sekolah sampai sore kalo mau pulang sendiri sore-sore masih takut, belum berani kalo naek bis sendiri sementara kalo naek Pramek jamnya malam. Akhirnya saya harus berangkat juga ke Jogja untuk menjemput dia. Alhamdulillah masih dapet Pramek yang jam 11.30 ke Jogja. Awalnya saya mau jemput sampai asrama tapi katanya, "ndak usah.... bapak nunggu di Stasiun aja biar saya yang kesana". Akhirnya saya nunggu di Stasiun Lempuyangan dan tentunya sekalian beli tiket untuk pulang ke Solo. Kereta yang jam pemberangkatan  paling cepat jam 17.50 yaitu kereta Sriwedari. Alhamdulillah masih ada tiketnya.
       Tak lama kemudian dia datang, terus kami masuk ke dalam stasiun. Didalam kami ngobrol sambil makan misterburger (hehe...maklum kami sama-sama lapar, dan ndak ada makanan lain yang menurut kami pas untuk disantap). Banyak yang kami obrolkan...termasuk temen se asramanya yang baru saja meninggal. Wah.... rupanya gadis kecilku yang dulu suka sekali nyanyi lagunya Tasya dan Sulis ternyata kini dah gede. Tak ada lagi gayanya yang lucu saat nyanyi.... tidak ada lagi gelang melingkar dikakinya (dulu waktu kecil dia make gelang perak di kakinya yang ada klintingnya....jadi kalo dia mo maen keluar rumah ketahuan hehe). Pantes aja kalo ibunya jadi kangen.